Friday, 20 July 2012


PANTUN KASIH SAYANG :

Dari mana pipit melayang,
       Dari paya turun ke padi;
Dari mana datangnya sayang,
      Dari mata turun ke hati 

Air dalam bertambah dalam,
     Hujan di hulu belumlah teduh;
Hati dendam bertambah dendam,
     Dendam dahulu belum sembuh.


  • puisi - berbentuk pantun
  • 2 rangkap
  • 4 baris dalam serangkap
  • 4 perkataan dalam setiap baris
  • 8 hingga 10 suku kata dalam setiap baris
  • pantun - berbentuk terikat
  • rima akhir : a-b-a-b
........................................................................

kepentingan :
  • - dapat memberi pengajaran
  • - dapat memberi pendidikan
  • - dapat memupuk kasih sayang
.........................................................................

nilai :
  • - kasih sayang 
PANTUN NASIHAT  :

Tanam bunga di dalam pasu,
      Bunga melati bunga pandan;
 Jangan ikut hawa nafsu
      Kelak nanti binasa badan

Burung tiong terbang tinggi,
       Burung merpati mencari sarang,
Kalau sombong meninggi diri,
        Ke mana pergi dibenci orang.


  •  puisi - berbentuk pantun
  •  2 rangkap
  •  4 baris dalam serangkap
  •  4 hingga 5 perkataan dalam setiap baris
  •  8 hingga 10 suku kata dalam setiap baris
  •  pantun-berbentuk terikat
  •  rima akhir : a-b-a-b
  ..................................................................


penegasan : 

  • anafora - burung,burung
  • inversi - kemana pergi dibenci orang
.....................................................................


pengajaran :
  • - memberi kesedaran
.....................................................................

nilai :
  • - nilai kesedaran
  • - nilai keinsafan

Tuesday, 17 July 2012

DEFINISI MANTERA :

   Mantra adalah rangkaian kata yang mengandung rima dan irama yang dianggap mengandung kekuatan gaib. Mantra biasanya diucapkan oleh seorang dukun atau pawang untuk melawan atau menandingi kekuatan gaib lainnya. 
   Namun, hakikat mantra itu sendiri adalah doa yang diucapkan oleh seorang pawang dalam keadaan trance ‘kerasukan’. 
   Di dalam mantra yang penting bukan makna kata demi kata, melainkan kekuatan bunyi yang bersifat sugestif.

FUNGSI MANTERA:


 # Menyembuhkan penyakit dan menghalau makhluk halus yang dipercayai sesuatu tempat atau yang menggangu kehidupan seseorang dan masyarakat.

# Boleh dijadikan sebagai pemanis, pengasih dan pembenci

# Digunakan dalam upacara-upacara seperti adat dan istiadat.

CIRI-CIRI MANTERA :

 Ø Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde. 
Ø Bersifat lisan, sakti atau magis.
 
Ø Adanya perulangan.
 
Ø Metafora merupakan unsur penting.
 
Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius.
 
Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

CONTOH MANTERA :


Aku tahu asal usulmu,
Seri Bersila nama asalmu,
Seri Berdiri nama batangmu,
Seri hidup asal usulmu,
Seri Menempak nama daunmu,
Seri Guntur nama bungamu,
Seri Gintir nama buahmu.

Aku tahu asal usulmu,
Umbut mayang diumbut,
Umbut dengan jala jemala,
Ulit mayang diulit,
Ulit dengan tuan puteri,
Puteri dua berbaju serong,
Puteri dua bersanggul serong,
Puteri dua bersubang gading,
Puteri dua berselendang kuning.

Umbut mayang diumbut,
Umbut dengan jala jemala,
Ulit mayang diulit,
Ulit dengan  puterinya empat,
Puteri dua berbaju serong,
Puteri dua bersanggul serong,
Puteri dua bersubang gading,
Puteri dua berselendang kuning.

Umbut mayang diumbut,
Umbut dengan jala jemala,
Ulit mayang diulit,
Ulit dengan puterinya enam,
Puteri dua berbaju serong,
Puteri dua bersanggul serong,
Puteri dua bersubang gading,
Puteri dua berselendang kuning.

Umbut mayang diumbut,
Umbut dengan jala jemala,
Ulit mayang diulit,
Ulit dengan puterinya tujuh,
Puteri dua berbaju serong,
Puteri dua bersanggul serong,
Puteri dua bersubang gading,
Puteri dua berselendang kuning.

Ulit mayang diulit,
Ulit dengan jala jemala,
Ulit mayang diulit,
Ulit dengan  tuan puteri,
Kutahu asal usulmu,
Yang laut pulang ke laut,
Yang darat pulang ke darat,
Nasi berwarna hamba sembahkan.

Umbut mayang diumbut,
Umbut dengan jala jemala,
Pulih mayang kupulih,
Pulih balik sedia kala.

DEFINISI TEROMBA :

    Merupakan susunan adat yang disampaikan dalam bentuk puisi. Puisi ini dikenali juga sebagai puisi adat. 


   Adat yang dimaksudkan ialah adat Minangkabau yang mengandungi adat dan peraturan serta norma-norma hidup masyarakat khususnya tentang undang-undang adat yang diamalkan dalam kehidupan sosial dan mengamalkannya.